3 Nov 2018

Guru MTs Negeri 3 Bantul Terbitkan Buku Ujian Nasional

Guru MTs Negeri 3 Bantul Terbitkan Buku Ujian Nasional



Bantul, Mtsn3bantul.sch.id--Guru bahasa Indonesia MTs Negeri 3 Bantul, Siska Yuniati, menerbitkan buku Ujian Nasional. Buku bertajuk Solusi Ujian Nasional Bahasa Indonesia SMP/MTs Edisi 2018/2019 itu ditulis Siska bersama Rusmantara (MTs Negeri 6 Bantul), Rina Harwati (MTs Negeri 7 Bantul), dan Septy Andari Putri (MTs Negeri 3 Kulonprogo).

Dihubungi secara khusus, Siska Yuniati mengungkapkan, buku yang diterbitkan Magnum Pustaka tersebut berisi empat hal, yaitu pendalaman materi, soal dan pembahasan, latihan, serta glosarium.

"Buku yang kami tulis berisi empat bagian utama. Pertama, bagian pendalaman materi. Bagian ini berisi teori-teori atau materi yang dimungkinkan diujikan dalam bentuk soal-soal pada Ujian Nasional 2018/2019," jelas Siska.

"Pada bagian selanjutnya, kami sajikan contoh-contoh soal beserta pembahasan. Di bagian ini, kami menggunakan soal-soal Ujian Nasional tahun lalu. Berikutnya ada lima paket latihan soal. Kemudian, ditutup glosarium," lanjut Siska.

Siska mengungkapkan, glosarium penting ada untuk membantu siswa berlatih memahami makna kata. Menurutnya, seorang siswa bisa menjawab soal dengan baik jika dirinya sudah memahami makna kata-kata yang dimunculkan dalam soal-soal.

Masih menurut Siska, dirinya menulis buku bersama tiga rekan sesama guru, yaitu Rusmantara, Rina Harwati, dan Septy Andari Putri.

"Pak Rusmantara cukup lama berkecimpung atau mengurusi materi-materi persiapan Ujian Nasional, begitu juga dengan Ibu Rina Harwati dan Ibu Septy Andari Putri," papar Siska.

Ketua Umum Perkumpulan Guru Madrasah Penulis itu menjelaskan, dua rekannya, yaitu Rina Harwati dan Septy Andari Putri bahkan tahun ini menjadi penulis soal nasional Puspendik Balitbang Kemdikbud.

Siska berharap, hadirnya buku Solusi Ujian Nasional ini dapat membantu guru-guru, khususnya siswa dalam bersiap mengikuti Ujian Nasional tahun 2018/2019.

"Ini adalah tugas kami sebagai guru kelas IX. Semoga dapat membantu para siswa bersiap mengikuti Ujian Nasional," tutup Siska. (*)

1 Nov 2018

12 Sep 2018

Perjuangan Senopati Antarkan Tiara Juara Lomba Penulisan Cerpen Kesejarahan

Perjuangan Senopati Antarkan Tiara Juara Lomba Penulisan Cerpen Kesejarahan


Bantul, Mtsn3bantul.sch.id--“Setelah melihat alam, data, hendaknya siswa dapat menuliskannya. Dengan demikian akan tumbuh rasa cinta kepada sejarah dan budaya sendiri." Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Sunarto, S.H., M.M., dalam acara Penyerahan Penghargaan Lomba Penulisan Cerpen Kesejarahan Tingkat SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Bantul Tahun 2018, Senin (10/9), bertempat di ruang rapat Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul.

Hal itu pula yang dilakukan siswa MTs Negeri 3 Bantul, Tiara Putri Iskandini. Tiara, sapaan akrab siswa kelas IX tersebut, menuliskan perjuangan Panembahan Senapati untuk Mataram.  Sebelumnya ia banyak membaca dan mencari informasi akan pengorbanan raja pertama Mataram tersebut. Cerpen “Teruntuk Mataram dari Panembahan Senapati” yang ditulisnya berhasil menyabet juara 3 dalam perlombaan tersebut.

“Senang sekali dengan hasilnya. Kalau mau mencoba ternyata bisa,” kata Tiara. Rasa senang dan syukur diungkapkannya lantaran ini untuk pertama kalinya ia mengikuti perlombaan menulis.

Kepala MTs Negeri 3 Bantul, Sugiyono, S.Pd., sangat mengapresiasi capaian tersebut. Sugiyono mengharapkan apa telah diperoleh akan menjadi penyemangat siswa lainnya. “Semoga bisa memotivasi yang lain dan di masa mendatang semakin banyak prestasi,” ungkapnya.

Kegiatan lomba tersebut dilaksanakan pada Minggu (26/8) lalu di SMP Negeri 1 Bantul. Dengan durasi 2,5 jam, siswa menuliskan cerita berdasarkan tema pilihan yang disediakan oleh panitia. Tema untuk jenjang SMP/MTs adalah Perjuangan Diponegoro, Perjuangan Sultan Agung, dan Perjuangan Panembahan Senapati. Sementara untuk jenjang SD/MI mengambil tema Situs Mangir, Situs Kotagede,serta Situs Plered. Adapun dewan juri lomba terdiri atas perwakilan MGMP Sejarah, MSI, praktisi sastra, Dikpora Bantul, dan Disbud Bantul.

Ketua juri lomba jenjang SMP/MTs, Albertus Sartono, S.S., menyatakan bahwa ada beberapa catatan dalam karya-karya peserta lomba. Di antara kelemahan naskah adalah sebagai berikut. Pertama, penggunaan bahasa serta penulisan yang belum sesuai dengan PUEBI. Kedua, banyak cerita yang hanya menempelkan teks sejarah pada karya mereka. Ketiga, kecermatan penguasaan mengamati sejarah.

Selain itu, juri lomba jenjang SD/MI, Umi Kulsum, menggarisbawahi bahwa banyak karya siswa berupa laporan, bukan cerpen. “Idealnya cerpen ada tokoh sentralnya,” jelas penerima penghargaan Hari Puisi Indonesia 2017 tersebut. Oleh karenanya, jika memungkinkan sebaiknya sebelum perlombaan diadakan terlebih dahulu kegiatan workshop penulisan cerpen bersejarah.

Adapun hasil perlombaan tersebut masing-masing jenjang diambil juara 1, 2, 3, harapan 1, 2,  dan lima karya pilihan. Untuk juara jenjang SMP/MTs diraih oleh SMP N 2 Bantul, SMP N 3 Bantul, MTs N 3 Bantul, SMP N 2 Bantul, dan SMP N 1 Kasihan. Sementara itu, karya pilihan diraih oleh SMP Muh. 1 Bambanglipuro, SMP N 3 Bantul, SMP N 3 Imogiri, SMP N 1 Bantul, dan MTs N 4 Bantul.

Juara untuk jenjang SD/MI disabet oleh SD 1 Bantul, SD 1 Bantul, SDIT Ar Raihan, SDIT Salsabila Jetis, dan SD Unggulan Muhammadyah Kretek. Adapun lima karya pilihan masing-masing jatuh pada peserta dari SD Negeri Ngablak 4 Sitimulyo Piyungan, SD Muhammadyah Karangturi Banguntapan, SD puluhan Kemusuk Argomulyo, SD IT Ar-Raihan, serta SD Negeri Sutran Kadibeso Sabdodadi.

Masing-masing pemenang mendapatkan penghargaan berupa uang pembinaan, trofi, serta piagam penghargaan. Sedangkan untuk karya terpilih mendapat piala beserta piagam penghargaam. Di samping itu, kedua puluh karya juara dan karya pilihan akan dibukukan oleh panitia. (sis)

10 Jul 2018

MTsN 3 Bantul Siap Jadi Madrasah Literasi

MTsN 3 Bantul Siap Jadi Madrasah Literasi


Purbalingga, Mtsn3bantul.sch.id --Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko membuka PIRN (Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional) ke 17 pada Senin (9/7) di Kabupaten Purbalingga. Kegiatan yang diselenggarakan oleh LIPI bekerjasama dengan pemerintah kabupaten Purbalingga itu mengikutsertakan 600 peserta dari 32 propinsi di Indonesia.

Dalam sambutan pembukaan, Kepala LIPI menegaskan bahwa maksud kegiatan PIRN adalah untuk memperkuat kegiatan pemerintah dalam gerakan literasi terutama literasi sains. Pada kesempatan itu Laksana juga berpesan agar para peserta PIRN untuk berpikir dan bertindak secara `out of the box`. Berpikir kreatif, bertindak inovatif, tidak mudah putus asa, serta selalu `Ceria` atau cerdas, inovatif, dan asyik.

"Kita tidak pernah tahu bahwa lima, 10, atau 20 tahun dari sekarang, mungkin kalian atau teman-teman yang duduk di samping kalian akan menjadi orang-orang yang berpengaruh dan menjadi pemimpin bangsa Indonesia," tegasnya.

Kontingen MTsN 3 Bantul yang mewakii Daerah Istimewa Yogyakarta merasa puas dan bangga terpilih menjadi peserta PIRN 17. Kontingen madrasah hijau Giriloyo itu mengikutsertakan 3 siswa berbakat dipimpin pembinanya Puji Lestari, S.Pd. Dalam kesempatan itu, Waka Kurikulum yang juga guru IPA MTsN 3 Bantul itu dengan mantap dan penuh semangat berusaha mewujudkan madrasah literasi setelah mengikuti PIRN. (kemenag|mnm/brnews.id).